tragedi pada hari anti korupsi

Demo Hari Antikorupsi di Makassar Anarkis, Jakarta 1 Tewas

Aktivis Se-Indonesia Demo Hari Antikorupsi, Tuntut Usut Century

JAKARTA – Para aktivis di hampir semua daerah di negeri ini kompak menggelar unjuk rasa pada peringatan Hari Antikorupsi kemarin. Tema yang diangkat sama, yakni menuntut pemerintah mengusut tuntas skandal Bank Century. Sayang, aksi yang seharusnya bisa berlangsung damai itu dinodai tindakan anarkis di Makassar, Sulawesi Selatan.

Di sana sejumlah mahasiswa mengamuk. Tanpa alasan yang jelas, mereka melempari restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC) di kawasan Jalan Ratulangi, Makassar. Peristiwa brutal itu terjadi sekitar pukul 14.15 Wita. Akibat lemparan membabi buta itu, hampir semua kaca jendela KFC pecah. Namun, yang paling parah adalah bagian depan sisi kanan restoran tersebut.

Salah seorang security KFC, Taufik, menceritakan, pengunjuk rasa tiba-tiba melemparkan batu saat melintasi tempat tersebut. Tidak jelas apa alasannya. Hanya terdengar kalimat hancurkan hegemoni ekonomi asing di Indonesia. “Setelah itu mereka langsung menyerbu masuk dan melempari kaca jendela di sekeliling restoran itu hingga pecah. Para pelanggan saat itu langsung berlarian ke arah belakang restoran untuk menghindari lemparan batu,” tuturnya di lokasi kejadian.

Jumlah mahasiswa yang melakukan aksi pelemparan itu, kata Taufik, puluhan orang. Ada yang masih mengenakan jas almamater, tapi ada juga yang hanya berpakaian biasa.

Selain merusak kaca jendela, aksi mereka merusakkan empat mobil yang terparkir di halaman restoran. Empat mobil itu masing-masing Honda Jazz DD 67 ZA, Kijang Innova 1045 AF, Xenia B 7194 BI, dan mobil Jeep DD 579 MD. “Untungnya tidak ada pengunjung yang terkena batu,” tambah Taufik.

Amuk massa mahasiswa yang mengatasnamakan Gerbang Revolusi Makassar itu terus berlanjut hingga ke depan Mal Ratu Indah (Mari). Di tempat ini massa memaksa masuk ke mal. Namun, Kepolisian Sektor Kota Mamajang menghalau mereka.

Akibatnya, mobil patroli polisi yang menghadang di pintu masuk mal menjadi sasaran mahasiswa. Dengan menggunakan balok kayu, bambu, dan batu, mobil operasional patroli ini lantas dirusak. Seluruh kaca jendela mobil retak. Banyaknya massa mengakibatkan polisi tidak mampu menahan tindakan tersebut. Di tempat itu juga, satu mobil pengunjung mal turut menjadi korban. Kaca jendela Kijang LGX DD 513 SD retak akibat lemparan batu.

Tidak sampai di situ saja. Amuk massa berlanjut hingga ke pos polisi lalu lintas yang terletak di antara Jalan Ratulangi-Jalan Landak-Jalan Kakatua. Mahasiswa yang melintas dengan kendaraan roda dua melempari pos tersebut hingga rusak.

Insiden lain adalah perusakan pos polisi di pintu satu Kampus Universitas Hasanuddin. Perusakan itu dipicu kekesalan sejumlah mahasiswa yang menggelar aksi, namun mendapat pengamanan polisi lantaran mengambil sebagian badan Jalan Perintis Kemerdekaan.

Menanggapi penyerangan KFC, Kapolwiltabes Makassar Kombespol Gatta Chairuddin mengaku kecolongan. Alasannya, pihaknya tidak menduga jika iring-iringan massa yang hendak kembali ke kampus melakukan perusakan.

“Pengawalan polisi tetap ada. Hanya mereka berada di pinggir-pinggir jalan. Pengamanan memang kami fokuskan di titik-titik aksi mahasiswa,” jelas Gatta seusai memantau kerusakan di KFC Ratulangi.

Sejak awal, suasana unjuk rasa memperingati Hari Antikorupsi di Makassar sudah panas. Paginya sudah terjadi bentrok antara mahasiswa dan polisi di halaman kantor gubernur Sulsel. Aksi itu merembes di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo.

Bentrok kedua kubu tidak dapat dihindari setelah mahasiswa memaksa masuk gedung kantor gubernur. Sebelumnya, ratusan mahasiswa berhasil menduduki halaman kantor gubernur dan menggelar mimbar bebas di lapangan upacara. Mereka meminta Gubernur Syahrul Yasin Limpo membubuhkan tanda tangan sebagai simbol dukungan terhadap penyelesaian hukum skandal Bank Century.

Hampir satu jam, setiap perwakilan elemen mahasiswa silih berganti menggelar orasi ilmiah. Namun, tak satu pun pejabat kantor gubernur yang menemui untuk memenuhi permintaan mereka. Mahasiswa pun berusaha menerobos barisan pengamanan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja. Bentrok pun tak terhindarkan.

Di ruas Jalan Urip Sumoharjo, mahasiswa terus melemparkan sesuatu ke arah polisi yang bertahan di pintu keluar kantor gubernur. Akibat bentrok itu, sebuah mobil jenis Security Barrier milik Samapta Polda Sulsel dan Sulbar rusak.

Orator Tewas Kelelahan

Demo peringatan Hari Antikorupsi kemarin memakan korban. Salah seorang peserta demo, Andi Faralay, 31, yang juga dikenal sebagai tokoh penting elemen Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jawa Tengah meninggal karena kelelahan kemarin pagi (9/12).

Ketua Cabang GNPK Pemalang, Jawa Tengah, itu mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 10.00 saat dibawa rekan-rekannya ke RS Budi Kemuliaan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebelumnya, korban terjatuh, lalu pingsan di kawasan Jalan M.H. Thamrin dekat Gedung Sarinah ketika long march dari Hotel Red Top, Pecenongan, menuju Silang Monas.

Ketua GNPK Jawa Tengah Basri Budi Utomo menyatakan, sebelum pingsan, korban yang juga diketahui sebagai orator itu sempat membagi-bagikan pamflet kepada para pengguna jalan sambil berjalan kaki menuju Silang Monas. Menurut dia, massa GNPK Jawa Tengah bermalam di Hotel Red Top, Pecenongan.

”Tampaknya, dia kecapaian karena sejak Selasa (8/12) kami terus rapat soal antikorupsi, lalu paginya berjalan kaki dari hotel selama dua jam hingga dia terjatuh di jalan dan pingsan,” jelas Basri.

Pihaknya, lanjut dia, memang sejak awal berencana melakukan long march dari hotel itu menuju pusat aksi di Silang Monas.

Massa GNPK yang sebagian keburu tiba di Silang Monas langsung balik kanan menuju rumah sakit untuk melayat jenazah rekannya. Tadi malam, jenazah korban dipulangkan ke kampungnya di Pemalang.

Dikonfirmasi terpisah, Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Firli Dahuri menjelaskan, berdasar hasil pemeriksaan tim dokter RS Budi Kemuliaan, penyebab kematian itu adalah kelelahan. Hal senada diungkapkan Kapolsek Menteng Kompol Khalidi. Menurut dia, korban pingsan ketika berjalan kaki menuju kawasan Silang Monas.

Selain korban tewas, kemarin dilaporkan ada tiga demonstran terjatuh dari atap metromini saat kendaraan umum itu meluncur pindah jalur dari jalur lambat menuju jalur cepat ke arah gedung KPK dengan kecepatan tinggi. Padahal, sekumpulan peserta demo masih berorasi di atap metromini tersebut. Akibatnya, tiga orang terjatuh. Untungnya, mereka hanya mengalami luka-luka ringan.

Sementara itu, KPK menepati janji untuk memperingati Hari Antikorupsi secara sederhana. Acara dipusatkan di halaman KPK. Sejumlah pegawai mengenakan kaus antikorupsi berwarna hitam.

Para pimpinan bergantian menyampaikan orasi. Ketua Plt Tumpak Hatorangan Panggabean memanfaatkan kesempatan itu untuk menolak RPP Penyadapan yang digulirkan Menkominfo Tifatul Sembiring. ”PP Penyadapan itu akan menghambat pemberantasan korupsi,” tegasnya.

Mendengar hal tersebut, para pegawai bersorak dan bertepuk tangan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan makan bersama dengan menu sederhana. Yakni, nasi kucing (nasi bungkus) yang disediakan di samping gedung KPK. ”Memberantas korupsi harus mengedepankan hidup sederhana. Termasuk, pilihan makanan yang disajikan,” jelas seorang pegawai KPK. (sof/rdl/git/jpnn/iro/kum)

Iklan

~ oleh pwgaskin pada Desember 10, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: