Tim Sukses SBY Laporkan Aktivis Bendera ke Polis

PUTRA Presiden SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono, merasa gerah disebut-sebut menikmati kucuran dana Bank Century. Didampingi beberapa mantan anggota tim sukses SBY-Boediono, Ibas – panggilan Edhie Baskoro- mendatangi petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya kemarin (1/12).

Mereka melaporkan pencemaran nama baik yang dilakukan beberapa aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera).

Senin lalu (30/11), di Jalan Diponegoro 58 Jakarta, Bendera menggelar konferensi pers terkait dengan aliran dana Bank Century yang diduga masuk ke kantong beberapa anggota tim sukses SBY-Boediono.

Nama-nama yang disebut Bendera adalah: KPU menerima dana Rp 200 miliar, LSI Rp 50 miliar, FOX Rp 200 miliar, Partai Demokrat Rp 700 miliar, Edhie Baskoro Yudhoyono Rp 500 miliar, Hatta Rajasa Rp 10 miliar, mantan Panglima TNI Djoko Su­yanto Rp 10 miliar, mantan Jubir Presiden Andi Mallarangeng Rp 10 miliar, Rizal Mallarangeng Rp 10 miliar, Choel Mallarangeng Rp 10 miliar, dan pengusaha Hartati Murdaya Rp 100 miliar.

Ibas datang ke SPK Polda Metro Jaya dengan didampingi Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Men­teri Pemuda dan Olahraga Andi Malla­rangeng, CEO Fox Indonesia Andi Zulkarnain Mallarangeng, dan Rizal Malla­ra­ngeng. Mantan ketua tim sukses SBY-Boediono yang kini menjabat Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, mengatakan bahwa kedatangan mereka ke petugas SPK untuk melaporkan kasus pencemaran nama baik pribadi.

“Kami datang sebagai warga negara untuk melaporkan pencemaran nama baik pribadi. Jadi, sebagai warga negara yang baik dan sebagai bentuk penghargaan kepada penegakan hukum dan HAM, kami melapor ke kepolisian,” ujarnya di Polda Metro Jaya.

Menurut Hatta, yang disampaikan dua aktivis Bendera -Ferdy Semaun dan Mustar Bona Ventura- itu fitnah. “Laporan kami terkait dengan konferensi pers yang dilakukan pada 30 November. Yang disampaikan dalam konferensi pers tersebut adalah fitnah. Jadi, kami melaporkan dua orang warga negara yang melakukan pencemaran nama baik,” tambahnya.

Ibas yang namanya disebut ikut menerima aliran dana Bank Century juga menyebut dirinya sebagai korban fitnah. “Saya datang ke sini karena nama saya juga disebut menerima aliran dana tersebut. Oleh karena itu, saya melaporkan fitnah yang disampaikan terhadap diri saya secara pribadi,” ujarnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengatakan, laporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya tersebut juga disertai beberapa bukti. “Beberapa bukti yang disertakan ialah video dari konferensi pers, selebaran, dan press release,” bebernya.

Kedatangan beberapa mantan tim sukses SBY-Boediono ke Polda Metro Jaya itu juga didampingi dua kuasa hukum, Amir Syamsudin dan Hinca Panjaitan. Kedua kuasa hukum tersebut mengatakan, kedatangan mereka untuk mewakili masing-masing pelapor. “Di samping itu, saya juga mewakili Partai Demokrat,” ujar Amir Syamsudin.

Menurut Amir, laporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait dengan tiga pasal, yakni soal pencemaran nama baik, fitnah, dan penghinaan. “Kami melaporkan tiga pasal, yakni 310, 311, dan 315. Khusus untuk pencemaran Fox dan Partai Demokrat, kami melayangkan laporan pasal 207 tentang pencemaran nama baik sebuah lembaga,” paparnya.

Setelah menerima laporan, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Boy Rafli Amrar mengatakan, “Hari ini kami telah menerima laporan tentang pencemaran nama baik yang dilakukan dua aktivis Bendera, yakni Mustar Bona Ventura dan Ferdy Semaun. Kini kami masih melakukan penyelidikan terhadap lapor­an yang dilayangkan pihak-pihak terkait.”

Polda pun tidak mengistimewakan para pelapor yang merupakan kerabat presiden itu. “Prinsipnya, siapa pun yang melapor pasti akan kami layani. Apalagi, kami punya program pelayanan cepat atau quick response,” ujar Rafli.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) Mustar Bona Ventura mengaku siap melawan secara hukum. “Terkait pelaporan (itu), kami siap meng­hadapi. Saya bersama kawan-kawan siap menghadapi,” tegasnya.

Mustar mempertanyakan mengapa yang dilaporkan dirinya dan Ferdy Semaun. Padahal, (yang menggelar) jumpa pers Senin lalu (30/11/2009) itu merupakan jaringan aktivis Jakarta, Bogor, Bandung, dan Cianjur. “Se­harusnya yang dilaporkan jaringan aktivis, bukan personal. Pelapor tidak memahami konteks hukum,” katanya.

Dia menambahkan, yang diungkap saat jumpa pers tentang siapa saja yang menerima dana Century itu bukan data kosong. Data tersebut merupakan hasil investigasi tim dari Jakarta dan Jawa Barat. Mustar juga menambahkan, dirinya dan Ferdy siap diperiksa jika Sri Mulyani dan Boediono ditangkap.

“Saya akan datang bersama Ferdy jika ada kepastian Sri Mulyani dan Boediono ditangkap. Pemanggilan saya tidak penting. Yang jauh lebih penting adalah penangkapan Sri dan Boe­diono. Buka dulu harta kekayaan Sri dan Boe­diono. PPATK harus berani membuka seluruh dana Bank Century supaya jelas,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden SBY kembali membantah tudingan bahwa dirinya menerima aliran dana dari Bank Century. Bantahan tersebut disampaikan SBY di depan ribuan guru yang memadati Lapangan Tenis Indoor Gelora Bung Karno, Jakarta, saat peringatan puncak Hari Guru kemarin.

“Dikatakan ada aliran dana dari Bank Century, katanya, kepada tim politik SBY dalam jumlah yang besar. Saudara-saudara, di hadapan Allah SWT, pada kesempatan yang baik ini, di forum yang mulia ini, forum pendidik yang memiliki perasaan, nurani, dan akal budi, saya ingin menyampaikan bahwa berita itu seratus persen tidak benar,” kata SBY dengan suara bergetar dan disambut tepuk tangan para guru.

SBY mengatakan, sebagai kepala negara, dirinya merasa prihatin atas beredarnya berita secara terbuka yang dinilai sebagai fitnah. “Berita yang tidak berlandaskan pada kebenaran, dan menurut saya, sudah keterlaluan,” katanya. Presiden menyilakan semua pihak mengecek kebenaran kabar tersebut. SBY juga mengatakan, fitnah tersebut harus diselesaikan secara hukum. (rdl/sof/ind/jpnn/oki/iro)

(jawapos)

Iklan

~ oleh pwgaskin pada Desember 2, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: