Puji DBL, Menpora Yakin Kalahkah Filipina

SURABAYA – Sebulan menjabat Menpora (menteri pemuda dan olahraga), Andi Alifian Mallarangeng sudah punya gambaran seputar program-program yang akan dia lakukan untuk memajukan olahraga nasional. Intinya, dia ingin kemajuan ekonomi yang diraih Indonesia berjalan seiring dengan kemajuan di bidang olahraga.

“Indonesia sekarang telah berhasil menjadi anggota G-20. Ini kumpulan negara-negara yang menentukan ekonomi dunia,” katanya ketika berkunjung ke ruang redaksi Jawa Pos di Graha Pena. Dia disambut wakil direktur Jawa Pos Azrul Ananda dan Pemimpin Redaksi Leak Kustiya. Ikut juga dalam perbincangan itu Ketua Dewan Redaksi M. Elman, dan beberapa redaktur senior.

Andi melanjutkan, idealnya, prestasi olahraga Indonesia di tingkat dunia juga mengikuti prestasi Indonesia di bidang ekonomi. ”Kalau saat ini Indonesia masuk G-20, paling tidak di Olimpiade, prestasi kita juga harus bisa masuk 20 besar,” lanjutnya.

Pria kelahiran Makassar, 14 Maret 1963 itu mengakui, grafik prestasi olahraga Indonesia memang sedang menurun. Indonesia yang sebelumnya menjadi raja di SEA Games, sejak penyelenggaraan pada 1999 tak pernah menyentuh predikat juara lagi. Di Olimpiade Beijing 2008, Indonesia juga tercecer di urutan ke-42. Padahal, Indonesia adalah negara besar dengan sumber daya manusia melimpah.

Menurut Mallarangeng, salah satu penyebab menurunnya prestasi itu adalah banyaknya cabang olahraga yang tidak mempunyai basis memadai. Itu berpengaruh pada kualitas atlet. Basis olahraga bisa diproduksi dengan memperbanyak infrastruktur dan kompetisi di Indonesia.

Dia menyebut, DetEksi Basketball League (DBL) adalah salah satu upaya konkret untuk meningkatkan basis atlet, dalam hal ini di cabor bola basket.

”DBL adalah even yang luar biasa di Indonesia, dan telah memberikan kontribusi besar bagi tumbuhnya perbasketan Indonesia. Saya yakin, di masa depan, basis basket yang timbul di DBL akan mengangkat prestasi basket Indonesia,” urainya. ”Tak lama lagi, saya yakin bisa mengalahkan Filipina,” sambungnya.

Mengenai SEA Games XXV yang berlangsung di Laos bulan depan, dia tidak banyak berkomentar. Sebab, persiapan menuju multieven terakbar di Asia Tenggara itu terjadi di masa pendahulunya, Adhyaksa Dault.

”Yang jelas, upaya saya dalam waktu dekat ini adalah memperbaiki hubungan dengan KONI,” ucapnya. Relasi Kemenpora dan KONI memang sempat memanas. Penyebabnya, Adhyaksa memutuskan menggelar pelatnas tandingan yang diberi nama Program Atlet Andalan (PAL).

Selain berkunjung ke ruang redaksi, Andi yang didampingi Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi itu mampir ke DBL Arena. Tak hanya melihat-lihat, alumnus Northern Illinois University itu juga melakukan free throw.

Sayang, tak ada tembakannya yang menembus ring. Di DBL Arena Andi juga mendapatkan penjelasan dari Azrul mengenai gedung tersebut serta dinamika DBL.

Setelah tadi malam bertandang ke Graha Pena dan DBL Arena, pagi ini Andi dijadwalkan hadir di Jembatan Suramadu untuk membuka Suramadu Run 10 K. Lomba maraton episode perdana di Suramadu itu rencananya diikuti sekitar 7.500 peserta dari belasan negara.

”Suramadu ini bukan sekadar sarana penghubung antara Pulau Jawa dan Madura. Ini sudah menjadi landmark Jawa Timur. Sudah selayaknya, di tempat kebanggaan seperti itu digelar even untuk masyarakat luas, seperti yang saya temui di New York,” ucapnya.(nar/kum)

Iklan

~ oleh pwgaskin pada November 30, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: