sekilas tentang diabetes

Diabetes militus merupakan penyakit kronik (menahun), dan merupakan suatu sindrom klinik yang khas dan ditandai oleh adanya hiperglikemi yang disebabkan oleh defisiensi atau penurunan aktivitas insulin. Gangguan metabolis ini mempengaruhi metabolisme dari karbohidrat, protein, lemak, air dan elektrolit. Penyakit diabetes militus mempunyai beberapa kluhan awal yang terjadi pada penderita diabetes melitus antara lain poliuria (sering kencing dan dalam jumlah yang banyak), polidipsia (sering minum dan dalam jumlah banyak), dan polifagia (sering makan dan dalam jumlah banyak). (Alih bahasa : dr. R.F. Maulany Msc. 1994)

Tujuan utama dari pengobatan diabetes adalah mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal.(Misniadirly.2004). Tujuan pengelolaan pasien diabetes melitus dapat dibagi atas tujuan jangka panjang dan jangka pendek. Tujuan jangka pendek adalah hilangnya berbagai keluhan atau gejala diabetes melitus. Tujuan jangka panjang adalah mencegah berbagai komplikasi baik pada pembuluh darah (mikroangiopati atau makroangiopati) maupun pada susunan saraf (neuropati) sehingga dapat menekan angka morbilitas dan mortalitas (Depkes RI.1999)

Penanganan disepanjang perjalanan penyakit diabetes akan bervariasi karena terjadinya perubahan pada gaya hidup, keadaan fisik dan mental penderitannya disamping karena berbagai kemajuan dalam metode terapi yang dihasilkan riset. Karena itu penatalaksanaan diabetes melitus meliputi pengkajian yang konstan dan modifikasi rencana penanganan oleh professional kesehatan disamping penyesuaian terapi oleh pasien sendiri setiap hari. Meskipun tim kesehatan akan mengarahkan penanganan tersebut, namun pasien sendirilah yang harus bertanggung jawab dalam pelaksanaan terapi yang komplek setiap harinya. Karena alasan ini, pendidikan psien dan keluargannya dipandang sebagai komponen yang penting dalam menangani penyakit diabetes yang sama pentingnya dengan komponen lain pada terapi diabetes. Penatalaksanaan terapi bagi penderita diabetes melitus meliputi diet diabetes, olahraga terbatas, obat anti diabetik, penyuluhan kesehatan, pendidikan dan motivasi penderita diabetes (Brunner & Suddarth.2002)

Rumah sakit sebagai sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan, serta dapat dimanfaatkan untuk pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian. Upaya promosi kesehatan dan pencegahan dapat diwujudkan dalam penyuluhan kesehatan masyarakat Rumah Sakit. Penyuluhan dan perawatan pada pasien diabetes, akan memberikan gambaran. Pengalaman dan pengetahuan tentang pelaksanaan terapi yang selanjutnya akan sangat berpengaruh terhadap perilaku penderita.

Faktor perilaku mempunyai pengaruh besar terhadap status kesehatan baik individu maupun masyarakat. Perilaku kepatuhan lebih rendah untuk penyakit kronis bila dibandingkan penyakit akut karena, tidak ada akibat buruk yang segera dirasakan atau resiko yang jelas. Ketidakpatuhan akan meningkatkan resiko berkembangnya masalah kesehatan. Penambahan jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit merupakan akibat dari ketidakpatuhan pasien terhadap aturan pengobatan.

Melihat fenomena tersebut penulis ingin meneliti bagaimanakah perilaku kepatuhan pasien diabetes melitus terhadap penatalaksanaan terapi (obat dan diet) post MRS dan peran serta keluarga pasien.

Iklan

~ oleh pwgaskin pada November 3, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: