Real gagal menyamai poin Barca

•Januari 5, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

MADRID – Real Madrid menyia-nyiakan peluang menyamai perolehan poin Barcelona di puncak klasemen. Cristiano Ronaldo dkk malah mengikuti jejak rival utamanya tersebut. Yakni, kehilangan dua poin menyusul hasil imbang 0-0 dengan Osasuna di Reyno de Navarra kemarin dini hari (4/1).

Real pun harus tetap tertinggal dua poin di bawah Barca (38-40). Jika kondisi itu terus bertahan, Real hanya punya satu kesempatan untuk menyalip Barca ketika kedua tim head to head dalam El Clasico jilid kedua pada April mendatang.

“Kami melakukan segala hal, tapi tidak bisa mencetak gol,” keluh gelandang Real Marcelo. “Garis pertahanan Osasuna terorganisasi dengan sangat rapi sehingga kami sulit menembusnya,” lanjut pemain asal Brazil tersebut.

Itu kali kedua Real gagal mencetak gol dalam sebuah pertandingan musim ini. Yang pertama terjadi saat Real kalah 0-1 dari Barcelona November lalu.

Hasil seri di kandang Osasuna memang pantas disayangkan. Sebab, barisan penyerang Real sesungguhnya cukup lengkap. Hanya minus Kaka yang beberapa jam jelang kickoff dinyatakan belum siap main.

Namun, tembok pertahanan yang digalang Miguel Flano dkk sangat tangguh. Buktinya, di antara 19 tembakan pemain Real, hanya empat yang benar-benar mengancam gawang Ricardo Lopez. Salah satu peluang terbaik diperoleh Gonzalo Higuain pada menit ke-65. Tapi, tendangan pemain Argentina itu diblok sang penjaga gawang.

Upaya entrenador Real Manuel Pellegrini memasukkan Raul dan Karim Benzema di pertengahan babak kedua pun tidak mengubah keadaan. “Reyno de Navarra bukan stadion yang mudah bagi kami. Pertandingan di sana pasti berlangsung sangat intens,” tutur Pellegrini seperti dikutip AS.

Ya, Osasuna memang sulit ditaklukkan di kandang. Tim sekaliber Barca pun ditahan imbang di Pamplona. “Sejak awal, kami tahu bahwa itu bukan venue yang ramah. Di satu sisi, kami gembira karena main bagus dan tetap mendapatkan poin. Tapi, tetap terasa pahit karena mestinya kami bisa menang,” sesal Sergio Ramos, bek Real, seperti dikutip situs resmi klub.

Di sisi lain, Osasuna jelas happy dengan bisa memetik poin dari lawan tangguh macam Real. Meski begitu, tambahan satu angka belum cukup untuk mengangkat mereka dari papan bawah. Los Rojillos -sebutan Osasuna- masih terjebak di peringkat ke-12 dengan 17 poin.

“Saya sangat gembira karena bisa menahan imbang tim dengan deretan pemain hebat. Kami dapat mengendalikan pertandingan dan tidak membiarkan Real Madrid mengeluarkan kemampuan aslinya,” beber Jose Antonio Camacho, pelatih Osasuna, kepada AS. “Memang, tetap ada kekurangannya, yakni gagal mencetak gol. Padahal, itu paling penting dari pertandingan sepak bola,” lanjutnya.

Camacho menyindir Pellegrini yang dianggapnya tidak becus dalam menangani tim sebesar Real. “Pemain Real masih muda-muda dan sangat bertalenta. Tentu lebih mudah melatih Real ketimbang Osasuna,” tutur eks pelatih timnas Spanyol tersebut.

Namun, ada sisi positif bagi Real. Yakni, mereka tidak direpotkan dengan agenda pertandingan yang padat pekan ini. Sebaliknya, Barca, lawan yang akan mereka hadapi, harus menjalani laga berat melawan Sevilla di babak 16 besar Copa del Rey.

“Memang Copa del Rey akan memecah konsentrasi mereka. Tapi, saat ini kami lebih fokus pada diri sendiri dulu. Kami harus memetik poin penuh di pertandingan selanjutnya,” papar defender Real Ezequiel Garay kepada Soccernet. (na/ca)

gilaaaa. . . . ni film !

•Januari 5, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar
Pemasukan Avatar Tembus USD 1 Miliar

Diperkirakan Juga Sukses di Oscar

LOS ANGELES - Melalui pekan kedua pemutaran, film Avatar masih menunjukkan keperkasaannya. Film sci-fi garapan James Cameron tersebut berhasil duduk di puncak box office pekan ini dengan pemasukan yang sanggup membuat hati studio 20th Century Fox lega.

Di minggu keduanya itu, Avatar meraup pemasukan domestik sebesar USD 68,3 juta (sekitar Rp 648 miliar), hanya turun sedikit di akhir pekan pertamanya yang mendapatkan USD 77 juta (sekitar Rp 725 miliar). Total selama 17 hari pemutaran di AS dan Kanada, Avatar sudah mendulang USD 352,1 juta (sekitar Rp 3,3 triliun).

Dengan total tambahan pendapatan di seluruh dunia sebesar USD 666 juta (sekitar Rp 6,2 triliun), Avatar sudah mencapai USD 1,01 miliar (sekitar Rp 9,5 triliun). Sukses itu membuat Avatar tergabung dalam kelompok film berpenghasilan di atas USD 1 miliar yang selama ini hanya pernah diraih oleh empat judul.

Pemasukan itu hanya didapat Avatar dalam 17 hari. Sementara itu, The Dark Knight membutuhkan waktu hampir dua bulan untuk membukukannya. Luar biasanya lagi, Avatar mencapainya pada akhir pekan panjang Natal dan tahun baru, saat orang-orang biasanya sibuk berbelanja. Kondisi positif lain, biasanya, pemasukan film blockbuster mengalami penurunan 20 hingga 30 persen pada pekan selanjutnya. Namun, itu tidak terjadi pada Avatar yang terbukti tetap stabil pendapatannya.

”Seperti kereta barang yang terus melaju dengan stabil,” kata Kepala Distribusi Fox Bert Livingston seperti dikutip dari Associated Press. ”Inilah yang terjadi, orang-orang merasa harus melihat sendiri. Bahkan, termasuk orang-orang yang tidak suka pergi ke bioskop sekalipun,” imbuhnya. Livingston mengklaim, pesona Avatar membuat mereka merasa harus menyaksikannya sekali, dan para pecandu film menontonnya sampai beberapa kali. Itu juga mencatatkan rekor sendiri bagi James Cameron. Dia adalah sutradara pertama yang berhasil membawa dua filmnya menembus USD 1 miliar. Sebelumnya, film Titanic besutan Cameron pada 1997 sukses ditahbiskan sebagai film terlaris sepanjang masa dengan raihan USD 1,8 miliar (sekitar Rp 16,9 triliun).

Selain Avatar dan Titanic, tiga film lainnya yang berhasil menembus USD 1 miliar adalah Lord of The Rings: The Return of the King dengan raihan USD 1,1 miliar (sekitar Rp 10,6 triliun), Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest USD 1,06 miliar (sekitar Rp 9,9 triliun), dan The Dark Knight yang menghasilkan USD 1 miliar (sekitar Rp 9,6 triliun).

Menurut situs Hollywood.com, panen pendapatan dari bioskop tak hanya dirasakan oleh Avatar, tetapi oleh industri film secara keseluruhan. Sepanjang 2009, industri film Hollywood mendapatkan USD 10,6 miliar (sekitar Rp 99,8 triliun). Itu melampaui rekor pada 2007 yang mencapai USD 9,7 miliar (sekitar Rp 91 triliun).

Menariknya lagi, Avatar membuat fenomena baru. Yakni, melambungnya minat untuk menonton bioskop dalam format 3D atau IMAX. Buktinya, Avatar mendulang USD 66,4 juta (sekitar Rp 625 miliar) hanya dari bioskop dengan format mega-screen tersebut.

Selain sukses secara finansial, Avatar tampaknya bakal mengekor sukses Titanic dalam pencapaian penghargaan. Pada 1997, Titanic menyabet sebelas Oscar, termasuk film terbaik dan sutradara terbaik. Dengan sukses mengombinasikan format 3D, efek visual, genre sci-fi, serta plot cerita yang kuat dan romantisme yang tak cengeng, Avatar diperkirakan juga bakal sukses dalam perhelatan Oscar Maret mendatang. Apalagi, sepanjang 2009 ini, belum ada film besar yang diperbincangkan di bursa Academy Awards. Oleh sejumlah pengamat film, kemunculan film berbujet USD 500 juta tersebut dirupakan sebagai kesatria dalam kegelapan. Sebelum itu terjadi, Avatar telah mencatat prestasi masuk empat nominasi ajang Golden Globes 2010 yang malam puncaknya berlangsung 17 Januari mendatang. (ayi)

KPK Beri Sinyal Akan Tetapkan Status Tersangka kepada Anggodo

•Januari 5, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

JAKARTA- Penanganan kasus Anggodo Widjojo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memasuki tahap baru. Pasalnya, lembaga antikorupsi tersebut memberikan sinyal akan menetapkan status tersangka kepada adik Anggoro Widjojo, bos PT Masaro Radiokom yang juga buron KPK, itu.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto setelah menjadi pembicara dalam seminar Aspek Hukum Kasus Bank Century di Hotel Borobudur, Jakarta, kemarin (4/1). ”Iya (Anggodo) kemungkinan besar (menjadi tersangka),” kata Bibit menjawab pertanyaan wartawan.

Namun, Bibit belum bersedia berbicara banyak tentang kasus tersebut. Dia hanya menegaskan saat ini kasus Anggodo masih dalam tahap penyelidikan. ”Secepatnya-lah. Kita (KPK) masih diskusi, tunggu keputusan,” tutur pensiunan polisi itu.

Dia juga mengomentari desakan koalisi LSM yang meminta pembersihan dan evaluasi di tubuh internal direktorat penyidikan KPK. Menurut dia, pergantian personel (terkait evaluasi internal) biasa dilakukan jika ada permohonan. ”Ada juga yang berdasar pada temuan Pengawasan Internal,” jelasnya.

Minggu lalu (3/1), koalisi LSM mengritik keras sikap KPK yang lamban dalam menangani kasus Anggodo. Mereka menengarai hal itu dipengaruhi oleh keterlibatan sejumlah pihak dalam penanganan kasus tersebut.

Secara terpisah, juru bicara KPK Johan Budi S.P. mengatakan, pihaknya berencana untuk memanggil Anggodo pekan ini. Dia juga menggarisbawahi kasus Anggodo masih dalam penyelidikan. ”Istilahnya, (Anggodo dipanggil) untuk dimintai keterangan. Belum ada tersangka,” kata Johan. Dia berharap ada titik terang dari hasil pemeriksaan Anggodo nanti.

Kemarin KPK mengadakan ekspose terkait kasus Anggodo. Namun Johan membantah hal itu terkait dengan desakan dari koalisi LSM. ”Kita berdasarkan alat bukti,” tegasnya.

Seperti diketahui, ada dua kasus terkait dengan Anggodo yang ditangani oleh KPK saat ini. Yakni, limpahan kasus yang ditangani Mabes Polri dan laporan dari sejumlah advokat yang tergabung dalam Tim Pembela Suara Rakyat Antikriminalisasi. Sebelumnya, Mabes Polri mengenakan enam pasal sangkaan terhadap Anggodo, namun tidak ada satu pun yang dinyatakan terbukti.

Ketika dikonfirmasi tadi malam, kuasa hukum Anggodo, Bonaran Situmeang, menyatakan belum mengetahui adanya pemanggilan untuk kliennya. ”Belum ada panggilan,” katanya.

Dia juga belum memastikan apakah kliennya akan memenuhi panggilan KPK jika sudah menerima surat panggilan. Dia beralasan akan mempelajari lebih dulu maksud dari pemanggilan tersebut. ”Kami lihat dulu panggilannya seperti apa. Ada atau tidak korelasinya dengan klien saya,” ujarnya. Meski begitu, Bonaran menegaskan bahwa kliennya saat ini masih berada di Indonesia.

Dukungan Aktivis

Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih berani menangani kasus dugaan penyimpangan dana talangan (bailout) Bank Century dan kasus Anggodo Widjojo terus mengalir.

Kemarin (4/1), sejumlah aktivis yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Bersih (GIB) mendatangi gedung KPK. Mereka menghadiahi lembaga antikorupsi itu dengan pil raksasa antiloyo.

Pil seukuran guling tersebut berwarna biru (simbol obat kuat viagra) berlapis plastik. Pada permukaan pil, ada tulisan Pil Anti Loyo untuk KPK. Pil raksasa itu diserahkan sejumlah aktivis. Di antaranya, Usman Hamid, Yudi Latif, Efendi Gazali, Adi Masardi, dan Ray Rangkuti.

Mereka mendesak agar KPK segera mengusut tuntas kasus Century dengan memanggil Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Mereka juga meminta agar lembaga yang dipimpin Tumpak Hatorangan Panggabean tersebut berani memeriksa Anggodo. ”Ada uang (dana talangan Bank Century) Rp 6,7 triliun yang dirampok. Ini harus diusut,” tegas Adi Masardi.

Para aktivis memberi tenggat waktu sebulan kepada KPK untuk memanggil Sri Mulyani, Boediono, dan Anggodo. Jika tidak mampu, mereka meminta agar pimpinan KPK mundur. ”KPK tidak boleh takut. Karena itu, kami akan beri kapsul ini agar semakin berani,” ujar Adi.

Koordinator aksi, Iwan Dwi Laksono, menyebutkan bahwa kasus bailout itu merupakan kejahatan luar biasa yang melibatkan banyak pejabat negara. Dia yakin, kalau kasus tersebut dibongkar, ada banyak pejabat yang terlibat. Itu terlihat, saat KPK hendak mengusut, upaya pelemahan tiba-tiba muncul dalam bentuk kriminalisasi terhadap dua wakil ketua KPK, Bibit Samad Riyanto dan Chandra Marta Hamzah.

Karena itu, dia meminta agar KPK menunjukkan komitmen dan konsistensinya. ”KPK harus segera memeriksa pejabat negara dan semua orang terkait kasus bailout Bank Century. Jangan tebang pilih,” ungkap Iwan.

Wakil Ketua KPK Chandra Marta Hamzah yang menyambut mereka berjanji terus mengusut kasus tersebut. ”Di pengujung tahun lalu, KPK mengalami musibah. Karena itu, upaya pengusutan sedikit terhambat. Tapi, mulai 2010, KPK akan berjalan lebih cepat. Ini amanah dan akan kami jalankan dengan baik,” tegasnya. (fal/aga/dwi)

dikutip dari jawapos

memang sudah pantas dan selayaknya gelar untuk guru bangsa

•Januari 5, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

JAKARTA - Meski Presiden SBY sudah menyatakan setuju tentang pemberian gelar pahlawan nasional kepada Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Departemen Sosial (Depsos) tidak bisa langsung memprosesnya. Departemen pimpinan Salim Segaf Al Jufri tersebut menempuh proses birokrasi.

Depsos sudah menerima permohonan pemberian gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur. Kemarin (4/1) Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Marwan Ja’far bersama Hanif Dhakiri, politikus lain PKB, mendatangi Depsos. Mereka bertemu langsung dengan Salim dan menyerahkan berkas permohonan gelar pahlawan untuk presiden keempat RI yang meninggal pada Rabu lalu (30/12) itu.

Namun, Salim tidak bisa langsung memproses permohonan itu. Sebab, berdasar Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964, permohonan gelar pahlawan nasional harus diajukan secara hierarkis mulai dari pemerintah daerah. ”Kami akan memberi tahu pemerintah daerah, dalam hal ini gubernur Jawa Timur, untuk secepatnya memberikan rekomendasi kelengkapan syarat-syaratnya,” kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di kantor Depsos kemarin.

Gubernur, kata Salim, yang akan mengajukan permohonan gelar pahlawan nasional itu ke Depsos. Depsos kemudian memprosesnya melalui Badan Pembina Pahlawan Pusat (BPPP). Badan yang dipimpin Salim Segaf itu kemudian akan menilai kepantasan gelar itu melalui rapat pleno.

Selain itu, di dalam BPPT akan ada tim penelaah khusus yang terdiri atas 17 orang dari kalangan sejarawan, legiun veteran, dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). ”Mereka yang akan menguji kelayakannya,” kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi itu.

Setelah proses di BPPP rampung, Depsos akan mengajukan permohonan tersebut kepada presiden melalui Dewan Tanda Kehormatan atau juga disebut Dewan Gelar. Keputusan Dewan Gelar bakal menjadi dasar presiden dalam memberikan gelar tersebut.

Salim berjanji, proses pemberian gelar untuk Gus Dur itu tidak bakal ruwet. Cukup menggelar beberapa kali pleno saja, BPPP sudah bisa menetapkan pemberian gelar itu. Gelar tersebut akan diberikan pada upacara khusus. Yakni 10 November. ”Cepat saja prosesnya. Kalau ini (Gus Dur, Red) tidak akan lama,” katanya.

Proses pemberian gelar pahlawan untuk Gus Dur, kata Salim, tidak menggunakan UU nomor 20 yang baru disahkan Mei tahun lalu itu. Sebab, UU tersebut belum ditindaklanjuti dengan peraturan pemerintah (PP). ”Karena belum ada PP-nya dan Dewan Gelar pun belum terbentuk, kami memakai aturan lama,” katanya.

Selain itu, Dewan Gelar yang baru berdasar UU 20 itu pun belum terbentuk. Karena itu, kata Salim, Depsos akan berkoordinasi dengan Dewan Gelar lama, yakni Dewan Tanda Kehormatan yang beranggota, antara lain, Menkopolkam dan Menag.

Hingga 2009, kata Salim, sudah ada 147 pahlawan nasional. Kalau di 2010 ini gelar pahlawan Gus Dur terbit, Gus Dur bakal jadi pahlawan nasional ke-148.

Proses menjadi pahlawan nasional memang tidak gampang. Tahun lalu, hanya tiga orang yang mendapatkan gelar itu. Padahal, Depsos menerima 31 permohonan. Jumlah itu disaring oleh BPPP menjadi 21 orang, kemudian masuk ke presiden delapan orang. ”Hanya tiga yang keluar,” katanya.

Selain usul Gus Dur menjadi pahlawan nasional, Depsos juga menerima berkas pengajuan presiden kedua Soeharto. Depsos bahkan sudah menerima usul itu dari Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. ”Berkas sudah dilengkapi. Tinggal kami kaji lagi,” kata Salim. (aga/iro)

hasil ISL

•Desember 10, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

2 Arema v Persipura 1

MALANG – Arema memantapkan posisi di puncak klasemen Indonesia Super League (ISL) 2009-2010. Kemenangan 2-1 (1-0) atas Persipura Jayapura membuat Singo Edan, julukan Arema, mengoleksi 20 poin dari delapan pertandingan. Arema unggul tiga angka atas rival terdekatnya, Persiba Balikpapan.

Dua gol kemenangan Arema atas Persipura pada pertandingan yang dilaksanakan di Stadion Kanjuruhan, Malang, kemarin (9/12) diborong M. Fachruddin pada menit ke-40 setelah memanfaatkan umpan silang dari M. Ridhuan. Fachruddin kemudian menggandakan keunggulan Arema di menit ke-65 melalui gol cantiknya. Setelah melewati tiga pemain belakang Persipura, pemain yang musim lalu membela Persisam Samarinda tersebut bisa mengecoh penjaga gawang Jendry Pitoy dengan melepaskan tendangan tepat ke kiri gawang Persipura.

Unggul 2-0 membuat pemain lini belakang Arema sedikit lengah. Kondisi itu mampu dimanfaatkan pemain Persipura dengan memperkecil kekalahan menjadi 2-1 melalui gol Paolo Rumere di menit ke-72.

Selain tetap berada di puncak klasemen sementara, kemenangan tersebut terasa indah. Itu merupakan pembalasan kekalahan 0-5 yang diderita Arema dari Mutiara Hitam, julukan Persipura, pada ISL musim lalu.

Pelatih Arema Robert Alberts mengatakan, kemenangan atas Persipura merupakan hal yang luar biasa. Alasannya, ada tiga pemain pilarnya yang tidak bisa turun dalam pertandingan tersebut akibat cedera, yakni bek kiri Hermawan, bek kanan Zulkifly Syukur dan gelandang bertahan Landry Poulangoye. Apalagi sejak menang atas Persiwa dengan skor 1-0 (6/12), Chmelo Roman dkk tidak pernah berlatih. Itu dilakukan agar pemain memiliki recovery yang cukup sehingga bisa bermain maksimal lawan Persipura.

Namun, absennya tiga pemain tersebut tidak mengurangi semangat tim berlogo kepala singa itu untuk mengalahkan Persipura, yang merupakan juara ISL. “Meski bermain susah payah, kami akhirnya menang atas tim kuat Persipura,” ucap Robert setelah pertandingan.

Sayang, kemenangan Arema tersebut ternoda akibat ulah suporter Arema yang melemparkan botol minuman ke bench pemain Persipura.

Aksi itu membuat ofisial dan pemain Persipura harus ke tengah lapangan untuk menghindari lemparan botol minuman suporter. Bahkan, salah seorang ofisial Persipura juga melakukan aksi pembalasan dengan melemparkan botol minuman ke suporter di tribun VIP.

Tidak berhenti di situ. Ketika pemain Persipura hendak masuk ke kamar ganti, ada salah seorang suporter yang melakukan tindakan rasisme terhadap pemain Persipura.

Asisten manajer Persipura Anton Imbenai mengatakan, pemainnya mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari suporter. Ada ucapan yang tidak pantas. Ucapan itu membuat beberapa pemain Persipura marah dan menyerobot pintu masuk ke tribun penonton.

Bahkan, ada pemain Persipura yang memukul salah seorang suporter. Puncaknya, pemain Persipura merusak pintu kamar ganti pemain, papan tulis, dan tempat sampah.

“Kejadian ini patut disesalkan. Pertandingan yang bagus harus dicederai perkataan rasial. Kami sudah laporkan ke pengawas pertandingan agar ada kebijakan dari komdis PSSI,” jelas Anton.

Ketua Panpel Arema Abdul Haris mengakui bahwa kejadian itu di luar dugaan panpel. Pihaknya sudah melakukan pengamanan yang ekstra untuk menyukseskan pertandingan. Namun, panpel tidak menduga ada suporter yang melakukan aksi pelemparan dan tindakan kurang sopan kepada pemain Persipura.

“Ya, kami minta maaf atas kejadian yang dialami pemain Persipura. Itu semua di luar batas kemampuan panpel,” ucapnya. (gus/jpnn/diq)

Ditemukan Pelanggaran HAM pada Kasus Lumpur Sidoarjo

•Desember 10, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

JAKARTA – Penyelidikan pro-justitia oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terhadap kasus semburan lumpur di Porong, Sidoarjo, mulai membuahkan hasil. Tim penyelidikan pro-justitia mengonfirmasi temuan soal telah terjadinya pelanggaran berat HAM dalam kasus luapan lumpur tersebut.

Penyelidikan itu didasarkan pada sejumlah indikasi kesalahan manusia yang secara faktual terjadi dalam bencana lumpur tersebut. ”Kami menyimpulkan adanya indikasi pelanggaran berat HAM,” kata Ketua Tim Penyelidikan Pro-Justitia Lapindo Kabul Supriyadhie di Jakarta kemarin (9/12).

Dia menggarisbawahi bahwa tim investigasi tersebut berbeda dari tim sebelumnya yang menemukan 18 kasus pelanggaran HAM terhadap korban lumpur. Tim pro-justitia dibentuk dalam rangka penegakan hukum, bukan penegakan HAM. ”Hasil investigasi pro-justitia akan diproses ke pengadilan karena ada unsur pidana yang harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Tim itu bekerja sejak tiga bulan lalu dan telah memeriksa 100 orang selaku saksi korban maupun pejabat tingkat kabupaten. Semburan lumpur terjadi karena human error dan bukan karena faktor alam. Karena itu, harus ada pihak yang bertanggung jawab.

Dia mengungkapkan, indikasi terjadinya kesalahan manusia itu, antara lain, terlihat dari kesalahan dalam pelaksanaan prosedur. Misalnya, dalam pemasangan casing saat pengeboran. Juga, proses pemberian izin pengeboran.

Tim, lanjut Kabul, akan terus memeriksa semua pihak yang dinilai bertanggung jawab. Termasuk, pemilik PT Lapindo Brantas Inc, perusahaan pemilik sumur minyak di Banjar Panji, Porong. Sumur itulah yang kemudian menyemburkan lumpur panas. ”Tak peduli siapa pun, semua akan diperiksa,” tegasnya.

Selain telah memeriksa sejumlah saksi, kata dia, Komnas HAM akan memanggil para petinggi PT Minarak Lapindo Jaya, perusahaan terkait dengan PT Lapindo Brantas Inc. ”Itu pasti akan kami lakukan. Hanya, kami belum tahu siapa karena itu bergantung AD/ART PT Lapindo. Siapa yang paling bertanggung jawab di situ,” tambah Kabul.

Komnas HAM juga menilai Keputusan Presiden (Keppres) No 14 Tahun 2007 tentang Pembentukan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo belum cukup. Warga juga mendapat ganti rugi secara bertahap. Tapi, hingga kini soal itu masih berlarut-larut.

Komisioner Komnas HAM Syafrudin Ngulma menyatakan, meski Lapindo memberikan ganti rugi, unsur pidananya tetap harus dipertanggungjawabkan. Pemberian ganti rugi itu hanya akan meringankan hukuman, tapi tidak akan mengurangi unsur pidana. ”Saat ini, tim investigasi terus bekerja sama dengan masyarakat sipil dan perguruan tinggi dalam mencari bukti-bukti pelanggaran berat HAM,” ungkapnya.(zul/dwi)

KPK Telusuri Aliran Dana Bank Century

•Desember 10, 2009 • 1 Komentar

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyusun agenda prioritas penanganan kasus dana talangan (bailout) Bank Century Rp 6,7 triliun. Untuk langkah awal, komisi tidak langsung menyentuh para pengambil kebijakan penggelontoran dana talangan itu.

“Kami lebih kepada pengucuran dananya,” kata Wakil Ketua KPK Haryono Umar setelah penandatanganan kerja sama antikorupsi dengan wakil Negeri Belanda kemarin (9/12). Dari hasil penelusuran aliran dana, lanjut Haryono, akan terungkap ada kesalahan atau tidak dalam pengucuran dananya. Menurut Haryono, tidak semua temuan nanti menjadi objek penanganan KPK. Sebagian bisa masuk kasus perbankan.

Haryono menegaskan, dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), KPK menganggap langkah pejabat menggelontorkan dana triliunan rupiah ke Bank Century itu sebagai aktivitas perbankan. KPK belum melihat indikasi penyelewengan. ”Kalau korupsi itu ada upaya melawan hukum, merugikan keuangan negara, menguntungkan diri sendiri ataupun pihak lain,” ungkapnya. Dia menegaskan, dari hasil audit itu tidak ada sifat kebijakan yang melawan hukum.

BPK dalam auditnya memeriksa empat pihak yang terkait dengan Bank Century. Mereka adalah Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), dan manajemen Bank Century. Pemeriksaan itu dilakukan periode 2 September 2009 hingga 19 November 2009.

Haryono berharap agar solusi untuk para pengambil kebijakan dalam pengucuran dana talangan itu menjadi bagian DPR. “DPR akan bisa melakukan itu,” terangnya. Ditanya apakah para pengambil kebijakan nanti aman dari pengusutan KPK, Haryono belum dapat mengiyakan. Yang pasti, KPK akan bertemu dengan jajaran BPK pada Jumat (11/12) mendatang untuk memperjelas kajian hasil audit dana talangan.

KPK, kata Haryono, berharap agar memperoleh penjelasan gamblang soal temuan-temuan tersebut. “Nah, kalau ternyata dalam pertemuan itu BPK menjelaskan ada unsur pidana, lain persoalan,” tegasnya.

Untuk mengusut kasus itu, KPK membentuk sembilan tim. “Ya mereka akan mempelajari temuan BPK itu. Dengan begitu, saat bertemu BPK nanti (sudah diketahui) mana saja temuan yang perlu didalami,” jelas Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto di kantornya kemarin. Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Chandra Marta Hamzah membagi pengusutan Century dalam tiga pintu utama, yakni sebelum bailout, saat bailout, dan sesudah bailout. KPK berusaha mengendus indikasi pidana di setiap fase tersebut.

Anggota BPK Taufiequrrahman Ruki membenarkan jadwal pertemuan bersama BPK itu. “Nanti kami akan menjelaskan bagaimana detailnya kepada KPK,” ucapnya. Pertemuan itu akan mengundang tiga penegak hukum: Kejaksaan Agung (Kejagung), Mabes Polri, dan KPK. Menurut Ruki, audit BPK hanya mencakup kewenangan auditor. “Tapi apabila permintaan dimaksud kepada mereka yang menerima dana itu tidak bisa dilakukan. Semuanya menjadi kewenangan penyelidikan. Bukan urusan saya,” jelas mantan ketua KPK jilid pertama itu.

Anies Baswedan, mantan anggota Tim Delapan, mengungkapkan bahwa pengusutan skandal Century itu harus mengedepankan proses hukum daripada proses politik. ”Jangan proses politiknya yang dinomorsatukan, kemudian baru hukumnya. Seharusnya hukumnya dulu. Konsekuensi dari itu baru diambil langkah politis,” ucapnya.

Secara terpisah, Wakil Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho menganggap, langkah KPK menangani kasus Century -seperti disampaikan Haryono- terlalu terburu-buru. “Seharusnya tidak menilai begitu. Pak Haryono seharusnya menunggu anak buahnya bekerja keras terlebih dahulu, baru berkomentar,” jelasnya.

Emerson mengungkapkan, KPK memiliki pengalaman dalam pengusutan korupsi kebijakan. Salah satunya adalah kasus aliran dana BI Rp 100 miliar yang menyeret mantan gubernur Burhanuddin Abdullah. “Keputusan mengalirkan dana Rp 100 miliar itu merupakan kebijakan yang diputuskan dalam rapat. Buktinya bisa diusut,” jelasnya.

Kebijakan pengucuran dana talangan oleh LPS bermula dari hasil rapat KSSK yang diketuai Menkeu Sri Mulyani Indrawati pada 21 November 2008. Pada rapat tersebut, Boediono selaku gubernur BI kala itu meminta KSSK menetapkan Bank Century sebagai bank gagal yang berisiko sistemik. Konsekuensinya, Bank Century harus diselamatkan pemerintah. Sesuai dengan perppu tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) yang saat itu masih berlaku, Menkeu sebagai ketua KSSK dan gubernur BI sebagai anggota adalah pengambil kebijakan tertinggi.

Setelah keputusan pengambilalihan bank dilakukan, bailout dijalankan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Pengucuran dana oleh LPS sudah tidak lagi menggunakan persetujuan KSSK ataupun Komite Koordinasi (KK). LPS mengucurkan dana berdasar hasil pemeriksaan kebutuhan likuiditas Bank Century.

KPK pernah menjebloskan pengambil kebijakan ke penjara dalam kasus aliran dana Bank Indonesia (BI) Rp 100 miliar dari dana YPPI (Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia). Dana itu digunakan untuk memberikan bantuan hukum kepada para pejabat BI yang tengah tersangkut kasus hukum serta suap kepada sejumlah anggota DPR.

Para pengambil kebijakan yang terpidana dalam kasus aliran dana BI adalah Burhanuddin Abdullah, Bun Bunan Hutapea, Aslim Tadjuddin, dan Aulia Pohan. Namun, KPK baru menjerat mereka setelah aliran dana dari sisi hilir dibuktikan di pengadilan. Itu dilakukan setelah anggota DPR kala kasus itu terjadi, yakni Anthony Zeidra Abidin dan Hamka Yamdu, terbukti bersalah menerima dana.

Dalam kasus Century, sepertinya KPK bakal menempuh jalan yang sama. Pengusutan dimulai dari sisi hilir atau pengucuran dananya terlebih dahulu.

Di bagian lain, tim gabungan dari pemerintah mulai bergerak mengecek aset-aset Bank Century yang ada di luar negeri. Kemarin (9/12), tim yang terdiri atas Kejaksaan Agung, Mabes Polri, Departemen Luar Negeri, dan Depkeu bertolak menuju sejumlah negara. Di antaranya Hongkong, Swiss, dan pulau Jersey (Inggris).

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Marwan Efendy mengatakan, tim tersebut akan memastikan apakah dana Rp 12 triliun masih diblokir. “Itu kan kita dapat informasi, Mabes Polri sudah memblokir dalam (tindak pidana) pencucian uang,” katanya di Kejagung.

Marwan menjelaskan, di beberapa negara tersebut, terdapat ketentuan blokir permanen dan tidak permanen. “Kalau hanya perintah pengadilan, tiga bulan itu sudah bisa dicairkan oleh kedua tersangka. Jadi, blokir dianggap gugur, maka jangan sampai kecolongan,” urai mantan Kajati Jatim itu. (git/sof/fal/agm)

dikutip dr jawapos [ Kamis, 10 Desember 2009 ]

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.